Tampilkan postingan dengan label Resum Sejarah Amerika. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Resum Sejarah Amerika. Tampilkan semua postingan

Jumat, 23 Mei 2014

Peradaban yang dianggap maju di Amerika sebelum adanya Colombus

Peradaban yang dianggap maju di Amerika sebelum adanya Colombus antara lain :
1)      Cahokia
Cahokia adalah penduduk asli Amerika kuno (ca. 600–1400) di dekat Collinsville, Illinois. Dengan seluas 2.200-acre (8.9 km²) ini meliputi 120 gundukan buatan, meskipun hanya 80 yang masih bertahan hingga sekarang. Gundukan Cahokia adalah situs arkeologi terbesar yang berkaitan dengan peradaban Mississippi di Amerika Utara. Cahokia diperkirakan mengalami kemunduran setelah tahun 1300.
Situs ini lalu ditinggalkan berabad-abad hingga ditemukan oleh bangsa Eropa. Cahokia kemungkinan ditinggalkan karena masalah lingkungan seperti perburuan yang berlebihan dan penggundulan hutan.
2)      Zapotek
Peradaban Zapotek adalah peradaban pra-Colombus yang berkembang di Lembah Oaxaca, benua Amerika. Bukti arkeologis menunjukan bahwa peradaban mereka kembali ke 2500 tahun yang lalu. Mereka meninggalkan bukti arkeologis di kota kuno Monte Albán. Bahasa yang digunakan oleh peradaban ini adalah bahasa Zapotek.

RESENSI BUKU SEJARAH AMERIKA

RESENSI BUKU SEJARAH AMERIKA                                                           
Revolusi Amerika
Ø  Revolusi Amerika dan penyusul- penyusulnya
Revolusi Amerika adalah suatu peristiwa yang akibat- akibatnya masih tetap dirasakan, bukan saja berada dikalangan bangsa ini, tetapi juga disegenap penjuru dunia ia menjadi ciri dari permulaan suatu zaman revolusi - revolusi dunia, tetapi ia tidak seperti revolusi – revolusi yang menyusulnya. Ia dipimpin oleh kaum ningrat Whig yang mencari kebebasan dari tekanan – tekanan politik dan ekonomis yang dipaksakan oleh pemerintah Inggris.  Revolusi Amerika diselenggarakan tanpa perebutan kekuasaan oleh kaum extremis, tanpa beralih kepada pemerintahan dictator dan tanpa reaksi sengit yang dikenal sebagai Thermidor.

Kedatangan Bangsa Eropa ke Amerika

Kedatangan Bangsa Eropa ke Amerika
Kedatangan  bangsa Eropa ke Amerika di perkirakan tahun 1600 M. Kelompok yang paling banyak datang berasal dari Inggris. Wilayah pemukiman pertama Inggris di Amerika adalah pos perdagangan yang didirikan di James Town tahun 1607.
Tujuan bangsa Eropa masuk ke Amerika yaitu antara lain :
1.      Untuk memperoleh kesempatan ekonomi yang lebih baik.
2.      Mencari kebebasan untuk berpolitik.
3.      Mencari kebebasan untuk beragama.
4.      Adanya faktor renaissance dan reformasi.
5.      Pengaruh adanya kemajuan teknologi.
Pada tanggal 12 Oktober 1492 salah seorang anggota penjelajah dari Spanyol yang  dipimpin oleh Christopher  Columbus,  navigator Italia, melihat sebuah pulau di kawasan  Amerika yang kemudian dikenal dengan San Salvador. Setelah mendarat sebentar, Columbus  bertemu dengan sekelompok penduduk asli yang kemudian dikenalnya dengan Indian. Sebutan  tersebut didasarkan atas keyakman bahwa San Salvador adalah  East Indies  (Indian Timur)  sebagai daerah yang dijadikan tujuan penjelajahannya.

Kehidupan koloni- koloni di Amerika

                                                                              Kehidupan koloni- koloni di Amerika
Pertumbuhan penduduk yang sepat secara alami dan ditambah dengan gelombang  migrasi dan Eropa menyebabkan terjadinya perubahan sosial dalam masyarakat koloni Amerika.  Selama periode ini kaum kolonis mengembangkan struktur sosial yang lebih canggih yang  didasarkan atas semangat kapitalisme perdagangan. Pusat-pusat pemukiman yang berkembang  menjadi pusat perdagangan dan perkotaan seperti Boston, Philadenphia, New York, Charleston  dan Boston menandai bangkitnya koloni Amerika sebagai kekuatan ekonomi baru di dunia. Pada  tahun 1776 masyarakat koloni Amerika telah berkembang menjadi masyarakat yang lebih makmur .
1.      Koloni-koloni di Selatan.
Koloni-koloni di selatan sangat tergantung pada  sektor agraria  Oleh karena itu tanah  memiliki nilai yang sangat  tinggi. Pada akhir abad ke-17 para petani Virginia memusatkan  pertaniannya pada tanaman tembakau sehingga dari kegiatan pertanian tersebut Virginia mampu  menjadi pusat penghasil tembakau berkualitas tinggi  dan menjadi pengekspor komoditi  tersebut ke Inggris. Para petani Virginia lebih memilih menanam tembakau di sepanjang sungai  yang lahannya subur dan memudahkan melakukan pengangkutan dengan kapal-kapal milik  Inggris. Namun demikian, ketika Virginia mengalami kelebihan produksi koloni ini mengalami  kerugian karena harga di pasaran jatuh. Ketika meletusnya revolusi Amerika, banyak petani  Virginia yang t hutang terhadap para pedagang Inggris.