Tampilkan postingan dengan label MAKALAH AMERIKA. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label MAKALAH AMERIKA. Tampilkan semua postingan

Jumat, 23 Mei 2014

Imperialisme dan Keterlibatan Amerika Dalam Perang Dunia


BAB 1. PENDAHULUAN
1.1  Latar Belakang
Perkembangan Eropa pada awal abad XX, secara politis telah terjadi dua kelompok kekuatan yang saling berhadapan. Ke dua kekuatan itu adalah Triple Entente (Inggris, Perancis dan Rusia) dan Triple Alliance (Jerman, Austria dan Italia). Perselisihan antara dua kelompok ini selain atas dasar kepentingan politik kelompok, perimbangan kekuatan militer, kepentingan ekonomi dan ideologi..
Dalam waktu yang singkat perang berkobar dan melibatkan seluruh negara Eropa. Perancis, Inggris dan Rusia diberi ulti­matum Jerman yang isinya agar tidak melibatkan diri dalam perang. Akan tetapi karena kawasan wilayah Slavia yang merupakan wilayah pengaruh Rusia terancam dan dikuasai oleh Austria dengan bantuan Jerman, maka Rusia membantu Serbia. Dengan melihat keterlibatan Rusia di Serbia maka Jerman mengeluarkan ultimatum agar mobilisasi militer Rusia di kawasan ini dihentikan.

Perkembangan Amerika Latin Setelah Perang Dunia II


BAB 1 PENDAHULUAN
1.1  Latar Belakang
Setelah perekonomian Jepang lumpuh akibat perang dunia II dan serangan sekutu terhadap negara Jepang, Jepang mulai bangkit untuk membangun kembali ekonomi negara yang hancur tersebut. Dalam perkembangannya Jepang mampu memanfaatkan segala dukungan dan bantuan Amerika Serikat bahkan akhirnya Jepang mampu mengambil alih fungsi-fungsi ekonomi global yang disandang Amerika Serikat dan mampu memberikan bantuan ekonomi bagi negara di kawasan Asia Pasifik. Hingga akhirnya Jepang mampu mendominasi kedudukan di daerah Asia-Pasifik sebagai pasar impor, penyedia bantuan luar negeri, dan sumber investasi asing yang dia pertahankan hingga sekarang. Setelah Perang Dunia II dunia tidak lagi terbagi atas blok barat dan blok timur melainkan kelompok utara dan kelompok selatan. Kelompok Utara merupakan kelompok negara industri maju yang memiliki teknologi canggih serta produksi industri yang selalu meningkat.

Keterlibatan Amerika Dalam Pendirian Negara Indonesia


BAB 1 PENDAHULUAN
1.1  Latar Belakang
Awal masuk Amerika Serikat ke Indonesia untuk menjajah secara ekonomi dan politik  pada Konferensi Meja Bundar 1949. Pada konferensi itu, Belanda mengakui kedaulatan Indonesia tetapi pengakuan itu disertai dengan tiga syarat ekonomi. Pertama, Indonesia harus tetap mempertahankan keberadaan perusahaan asing di Indonesia. Nah, sebagian perusahaan itu berasal dari Amerika, di antaranya adalah perusahaan minyak. Kedua, Indonesia harus mengakui IMF. Kita tahu persis bahwa Amerika pemegang saham terbesar di IMF. Ketiga, Indonesia harus bersedia menerima warisan utang dari Hindia Belanda.

Peran Amerika Sebagai Negara Adidaya

logo-unej

Peran Amerika Sebagai Negara
Adidaya

MAKALAH



Oleh:
Muhasanah
(120210302031)
Kelas B

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN SEJARAH
UNIVERSITAS JEMBER
2014

Perbudakan dan Rasionalis di Amerika


BAB 1 PENDAHULUAN

1.1  Latar Belakang
Dalam Konstitusi tahun 1787, telah diamanatkan bahwa Amerika Serikat merupakan suatu negara Republik Federal yang terdiri dari negara- negara bagian.Berdasarkan tinjauan geogafis wilayah tersebut dapat dibagi menjadi dua bagian besar yaitu Amerika Serikat bagian Utara dan Amerika Serikat bagian Selatan.Amerika Serikat memiliki system dua Partai Republik dan Partai Demokrat.Awalnya Partai Republik bernama Golongan Federal yang dipelopori oleh George Washington dan Partai Demokrat dahulunya bernama Golongan Anti Federal. Golongan Federal yang kemudian berubah menjadi Partai Republik memperoleh dukungan massa dari wilayah Utara. Sementara itu, Partai Demokrat yang dahulu bernama Partai Republik Demokrat mendapat dukungan dari wilayah Selatan.Di antara para pemimpin Partai Demokrat yang duduk di dalam pemerintahan Federal, yang juga terdapat beberapa orang yang ikut mempelopori perbudakan.

Perluasan Wilayah Amerika


BAB 1 PENDAHULUAN
1.1  Latar Belakang
Berdasarkan topografi Amerika, para kolonis tidak hanya berbeda dari Eropa dalam lingkungan fisisk alam dan kondisi social mereka berbeda dari satu dengan yang lain. Setiap koloni mempunyai karakter wilayah yang berbeda. Berbagai perbedaan diantara daerah- daerah  pemukim dipisahkan oleh propinsi- propinsi. Tentu saja hal itu menyebabkan terjadinya beraneka ragam pada penghasilan wilayah, seperti di wilayah Utara dikenal sebagai penghasil industry karena banyaknya kandungan tanah yang mempunyai sumber hasil tambang.